BELAJAR DARI SEEKOR KATAK KECIL

Oleh: Purnawanto

katak 1Pada suatu hari, sekumpulan katak-katak kecil melakukan perlombaan. Tujuannya adalah sebuah puncak menara yang sangat tinggi. Penontonpun berkumpul mengelilingi menara untuk menyaksikan pertandingan tersebut. Ada yang memberi semangat, dan adapula yang pesimis terhadap kemampuan katak-katak kecil tersebut. Pertandinganpun dimulai.

Namun secara jujur, sebagian besar penonton tak yakin bahwa katak-katak kecil tersebut akan bisa berhasil mencapai puncak menara, termasuk juga Anda. Ada yang berkata:”Wah jalannya terlalu susah… lambat sekali”. “Mereka tak akan sampai puncak”. “Aah… menaranya terlalu tinggi, tak mungkin mereka bisa menaiki menara itu”, dan sebagainya.

Katak-katak itupun mulai berjatuhan satu persatu, kecuali mereka yang mempunyai semangat menaiki menara perlahan-lahan semakin tinggi. Penonton terus bersorak, namun kebanyakan memberi sorakan yang tak yakin; “wooii… takkan berhasil, terlalu tinggi, sudahlah turun saja”. Dan semakin banyak lagi katak kecil yang lelah dan menyerah. Tetapi ada satu katak yang tetap melangkah semakin tinggi dan terus tinggi. Dia tak kenal menyerah kalah.

Akhirnya semua katak menyerah kalah kecuali seekor katak kecil yang berusaha keras dan menjadi satu-satunya katak yang berhasil mencapai puncak. Semua katak kecil ingin mengetahui apa rahasianya sehingga katak kecil tersebut berhasil mencapai puncak menara. Seekor peserta bertanya bagaimana caranya wahai Saudaraku katak kecil sehingga Anda yang berhasil mencapai puncak menara?

(Menurut Anda, apakah kelebihan yang dimiliki oleh katak kecil sang juara tersebut? Keyakinan? Keuletan? Semangat baja? Atau ilmu meringankan tubuh?). Namun sang juara tidak menjawab, ternyata ia TULI.

 katak 2Hikmah dari kisah ini

  1. Seringkali kita tidak mengetahui kelebihan apa yang ada pada diri kita, tetapi sebaliknya sangat banyak kelemahan yang kita ketahui dari diri kita. Namun yang menyedihkan, kelemahan tersebut bukan semakin berkurang seiring berlalunya waktu, tetapi tetap bahkan bertambah.
  2. Kelemahan, tidak selamanya akan menjadi penghalang bagi tercapainya kesuksesesan seseorang. Pada kisah katak kecil ini, justru titik lemahnya menjadi kelebihan yang menguntungkan bagi dirinya.
  3. Bersikaplah tuli terhadap kata-kata setiap orang yang mengandung kecendrungan negatif atau pesimis. Karena kata-kata negatif atau pesimis tersebut akan mencuri semangat dan mimpi Anda untuk sukses dan menjauhkannya dari Anda. Bersikaplah tuli jika ada orang yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa mencapai cita-cita Anda. Selalulah berpikir bahwa: “Aku bisa”.

 Power of the Words

Coba rasakan di hati Anda, apa perasaan yang muncul saat ada orang yang berkata, ”Cinta”, ”Sukses”, ”Bahagia”, ”Kasih sayang”, ”Tenang”, ”Indah”, “Damai”, lalu bandingkan dengan kelompok kata kedua berikut: ”Bajingan”, ”Benci”, ”Bangsat”, ”Jahanam”, ”Diperkosa”.

 Bisakah Anda merasakan bedanya? Untuk lebih jelas merasakannya coba Anda baca satu kata lalu tutup mata Anda dan ulangi kata itu di dalam hati. Setelah itu baca kata lainnya lagi. Bila Anda melakukan dengan sungguh-sungguh maka di hati Anda pasti akan muncul perasaan yang sejalan dengan kata yang Anda ucapkan. Pertanyaannya sekarang adalah, ”Mengapa hanya dengan mengucapkan suatu kata kita langsung merasakan suatu emosi?”

Pikiran kita bekerja bukan berdasarkan kata-kata. Pikiran bekerja dengan menggunakan gambar. Saat satu kata kita ucapkan atau pikirkan maka pikiran akan langsung mengubah kata itu menjadi suatu gambar, di dalam pikiran kita yang sejalan dengan pengalaman hidup kita yang berhubungan dengan kata itu. Untuk itu, selalulah berkata-kata dengan kata-kata yang mengandung makna positif atau optimis agar kita tetap energis menggapai cita-cita kita dan selalulah berprinsip: “ I can do this”.

 terry foxKisah Terry Fox

Terry Fox adalah seorang atlet Kanada yang luar biasa, masuk olahraga professional saat paha kanannya mulai bermasalah. Ketika dokter memeriksa kaki Terry, mereka menemukan adanya kanker yang sedang menggerogoti pahanya. Ketika kembali ke ruang konsultasi, dokter berkata, “Terry, dengan menyesal saya harus memberitahu Anda, kankernya sudah menyebar di seluruh kaki kanan Anda. Kami harus mengamputasinya hari ini juga. Dan karena usia Anda di atas dua puluh satu tahun, Anda harus menandatangani sendiri persetujuan operasinya.”

 Terry menguatkan hati, menandatangani surat persetujuan, dan berusaha untuk tabah menjalaninya. Ketika sedang menjalani pemeriksaan di rumah sakit, dia teringat satu nasehat penuh makna dari pelatihnya di SMU dahulu, yaitu, “Terry, kau bisa melakukan apa saja yang kau mau asalkan kau melakukannya dengan sepenuh hati.”

 Dia memutuskan apa yang menjadi keinginannya, yaitu berlari melintasi Kanada, mengumpulkan uang sebesar $ 100.000 untuk penelitian kanker, supaya tidak ada lagi anak muda lain yang menderita kesakitan, kesedihan, malapetaka, dan kesengsaraan seperti yang dirasakannya.

Dia memilih untuk tidak lagi menggunakan kursi roda, tetapi beralih ke kaki palsu, dan mulai mencoba berjalan. Kekuatan dan semangatnya semakin bertambah. Terry ingin menamai kegiatan yang akan dilakukannya: Maraton Harapan Terry Fox. Terry meyakinkan teman sekamarnya di tempat kuliah untuk bersama-sama berhenti sekolah. Mereka terbang ke pantai timur Kanada. Terry membuang tongkat penyanggahnya di samudra Atlantik dan hari itu juga mereka mulai berlari melintasi Kanada.

 Ketika memasuki wilayah Kanada berbahasa Inggris, dengan segera kisahnya menggemparkan halaman-halaman muka media massa. Kita bisa melihat darah menetes di kaki palsunya, mukanya meringis kesakitan, namun Terry terus melaju.

 Terry menemui Perdana Menteri, yang belum sempat membaca riwayat hidup Terry sehingga berkata, “Maaf ya, Anda ini siapa?” dan Terry menjawab, “Nama saya Terry Fox, dan saya sedang melakukan lari Maraton Harapan. Harapan saya adalah bisa mengumpulkan seratus ribu dolar – dan itu telah kami dapatkan kemarin. Saya pikir dengan bantuan Bapak Perdana Menteri, kami bisa mengumpulkan sampai satu juta dolar.”

 Itulah awal mulanya kita mulai melihat Terry di layar kaca Amerika. Real People datang ke Kanada dan membuat film tentang Terry. Dan sementara mereka membawa Terry meluncur melintasi gelanggang hoki es, mereka mengumpulkan berember-ember uang di tribun.

Dari berbagai Sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s