KELINCI DAN KURA-KURA

kelinci kura1Di kisahkan di suatu masa ketika hewan dapat berkomunikasi, kura-kura berdebat dengan kelinci mengenai siapa yang lebih cepat. Akhirnya mereka memutuskan untuk adu lari dan sepakat jalurnya.

 Kelinci melesat meninggalkan kura-kura yang berjalan begitu lamban, namun konsisten tak mengenal kalah. Setelah tahu kura-kura tertinggal jauh di belakang, kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan lagi perjalanan lomba, “Ah, gue istirahat dulu, ntar kalo si kura-kura lamban itu sudah deket baru gue lari lagi.”. Kelinci pun duduk di bawah pohon yang rindang merebahkan tubuhnya dengan nyantai dan akhirnya tertidur pulas.

 Kura-kura akhirnya melalui kelinci yang sedang tertidur nyenyak dan memenangkan perlombaan lari tersebut. Akhirnya kelinci pun terbangun dan menyadari dirinya telah kalah.

 Pesan Moral 1 : alon-alon asal kelakon yang akan berjaya. Orang yang memiliki kelebihan istimewa namun konsisten dengan apa yang ia tekuni akan memperoleh kesuksesan. Dan, orang yang memiliki kelebihan namun menganggap sepele yang lain akan mengalami kegagalan.

 Karena malu dan kecewa yang mendalam, kelinci melakukan Analisis Kegagalan (Root Cause Analysis). Ia yakin bahwa kekalahannya hanya karena ia terlalu percaya diri, ceroboh, lalai dan menganggap sepele si kura-kura, karena secara teori apapun yang rasional dirinya tak mungkin kalah. “Kalo kemaren gue ga’ macem-macem, ga’ mungkin gue kalah” pikir kelinci.

 Untuk mengangkat harga dirinya ditantangnya lagi si kura-kura, “Hei kura-kura, sini loe… Gue ga’ trima loe menang kemaren, ayo kita lomba lagi, sekali ini pasti gue yang menang“. Si kura-kura nyante aja menjawab, “hayyuukk, siapa takut?” Akhirnya lomba keduapun dimulai, dan dari awal lomba kelinci melesat meninggalkan kura-kura dan terus berlari hingga ke garis finish. Benar juga, kelinci yang menang.

 Pesan Moral 2: Yang cepat dan konsisten selalu mengalahkan yang alon-alon asal kelakon. Orang yang mwmiliki potensi dan belajar dari kesalahan-kesalahan yang di alami akan serta tidak mengulangi kesalahan yang sama akan selalu meraih kesuksesan yang diimpikan.    

 Kura-kura panas karena kalah pada lomba babak kedua ini, dan setelah dipikir-pikir baru ia sadar kalau dia tidak ada peluang mengalahkan kelinci dengan kondisi seperti itu. Ditantangnyalah kelinci adu lari lagi ke suatu tempat untuk perlombaan babak ketiga. “Hei kelinci, ayo kita lomba lagi. Sekarang kita lewat jalan ini ke sana. Berani ga’ loe?” Ditantang seperti itu, kelinci langsung spontan mau saja karena ia merasa yakin dia yang bakalan menang, wong kemaren aja dia bisa menang. Lomba babak ketigapun dimulai dan dengan kencangnya kelinci berlari meninggalkan kura-kura. “Yang penting gue jangan berhenti-berhenti dan pake istirahat seperti kemaren, pasti gue menang.” pikir kelinci.

 Ternyata jalan di depan kelinci terhalang sungai. “Duh, gimana nih gue nyebrangin ni sungai? Gue ga’ bisa berenang lagi” termenung si kelinci mencari jalan menyebrangi sungai. Lama termenung, akhirnya kelinci melihat kura-kura datang menyusul dirinya dan nyebur berenang di sungai, keluar lagi berjalan perlahan menuju garis finish.
Terpaku kelinci melihat kemenangan si kura-kura.

 Pesan Moral 3: Ketahuilah, jika Anda punya kemampuan maka ubahlah keadaan sesuai kemampuan yang Anda miliki sehingga Anda memilki peluanguintuk meraih kesuksesan, karena sesungguhnya kita bertanding dengan keadaan bukan dengan lawan kita.  

 Melihat si kelinci terpaku sedih, kura-kura pun menghampirinya dan berkata; “sudah sobat, jangan sedih, besok kita ulangin lagi, tapi kita bareng-bareng.” Esoknya, lomba babak keempatpun dimulai lagi, tetapi sekarang mereka bekerja sama sebagai tim, bukan sebagai lawan. Kelinci nggendong kura-kura sampai tepi sungai,  kemudian bergantian kura-kura menggendong kelinci menyebrangi sungai dilanjutkan kembali kelinci nggendong kura-kura sampai garis finish. Hasilnya mereka berdua lebih cepat sampai di garis finish dan kedua-duanya menjadi pemenang.

 Pesan Moral 4:  Pintar dan berkemampuan tetapi tidak  bisa bekerja sama dengan orang lain tidak akan membuahkan kesuksesan yang optimal, karena tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu dengan kerjasama dalam sebuah tim work yang solid akan menghasilkan kesuksesan yang maksimal , karena kekurangan seseorang akan dipenuhi oleh yang lainnya.

kelinci kura2 10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

  1. Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang pendidikan, dll. Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu yang konsisiten untuk mencapainya.
  2. Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan. Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan. Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.
  3. Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar dan berkualitas.
  4. Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan. Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi disaat lain andalah yang membuat aturan itu.
  5. Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses. Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.
  6. Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses. Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.
  7. Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang. Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.
  8. Sukses adalah bila semua orang mengakuinya. Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.
  9. Sukses adalah tujuan. Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas
    hal apa?”
  10.  Saya sukses bila kesulitan saya berakhir. Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami dimasa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

Diadaptasi dari:

  1. mailinglist@purnawanto.yahoo.com
  2. The Top 10 Misconceptions About Success“, Jim M. Allen. http://www.coachjim.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s