MENJADI GURU YANG EFEKTIF

Oleh Purnawanto

guru efektifMendidik dan mengajar adalah tugas pokok dan tuntutan atas profesi yang disandang oleh seseorang yang dikenal dengan istilah Guru. Siapapun orangnya ketika memutuskan memilih sekolah keguruan maka konsekuensi dari pilihannya adalah mendidik dan mengajar. Banyak guru yang memaknai bahwa profesi guru adalah panggilan hidup sehingga memaknai setiap ucapan dan tindakannya sebagai bagian perjalanan panjang untuk melayani anak manusia dalam peradaban (Pendidkan Manusia Indonesia). Oleh karena itu dalam menjalankan pekerjaannya membutuhkan kesabaran, ketulusan dan dedikasi yang tinggi dalam membimbing para siswanya untuk menjadi manusia yang cerdas, berkualitas baik pengetahuan dan ketrampilan serta berakhlakul karimah. Sebagaimana yang tertulis dalam UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Menurut Parker Palmer dalam bukunya The Courage to Teach (2003), mengatakan menjadi guru bukan sekadar melakukan pekerjaan biasa, tetapi juga memenuhi panggilan hati dan melakukan perjalanan spiritual.

Dalam menjalankan profesinya seorang guru juga harus dituntut professional artinya harus memiliki sikap kecintaan dan semangat yang terus menerus pada bidang pendidikan. Dengan kata lain selalu ada keinginan untuk membuat siswa belajar dengan senang dan mencapai keberhasilan sehingga para guru harus mampu mengembangkan kualitas akademik dan kompetensinya secara berkelanjutan sesuai dengan butir-butir Standar Kompetensi Guru dalam Permendiknas Nomor16 tahun 2007.

 Hasil Survey Siswa

Jika Anda menggunakan search engine www.google.com  atau www.yahoo.com untuk mencarai guru yang baik, maka Anda akan menemukan ratusan bahkan ribuan jawaban/komentar tentang guru yang baik. Salah satu komentar tersebut berasal dari yahoo answer sebagai berikut; “Guru yang biasa saja – membaca. Guru yang lumayan – menjelaskan. Guru yang baik – memeragakan. Guru yang terbaik – memberi inspirasi! Jadi, guru yang paling baik itu, bukan sekadar bekerja sebagai orang yang memberi tahu, tapi dia juga membantu membentuk kepribadian siswanya. Dia menjadi teladan. Bukan hanya membuat siswa mengerti apa yang diajarkan, tapi memacu siswa menjadi untuk lebih baik”.

 Hasil survey terhadap 200 siswa di daerah ini beberapa waktu yang lalu tentang kriteria guru yang disukai siswa adalah sebagai berikut; pandai menjelaskan, humoris, baik hati, pintar dan berwawasan luas, tidak pilih kasih, disiplin-tegas-tepat waktu, ramah, membuat siswa aktif (menarik), pengertian (empaty), suka membimbing, murah senyum, kreatif, tidak keras terhadap siswa, tutur kata sopan, dan objektif. Walaupun validitas angket ini kurang signifikan, namun hasil tersebut memberikan gambaran objektif penilaian siswa selaku peserta dididk terhadap guru selaku pendidik.

 Belajar Mengajar yang Efektif.

Dave Meier dalam bukunya The Accelerated Learning menegaskan bahwa proses belajar mengajar akan efektif jika siswa aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa aktif bermakna;

  • Siswa tidak menanggapi perintah guru secara pasif tetapi sebaliknya mereka menyadari hakikat dan maksud pekerjaan yang mereka sedang lakukan.
  • Siswa termotivasi untuk belajar. Mereka mengerti “ apa, bagaimana, dan mengapa “ tentang sesuatu
  • Siswa mengajukan pertanyaan. Mereka merasa bebas untuk meminta bantuan dan bimbingan serta mengajukan pertanyaan mengapa.
  • Siswa berinteraksi seorang dengan yang lain dan dengan guru.

Sedangkan berpusat pada siswa bermakna;

  • Proses pembelajaran dengan cara tertentu berhubungan dengan suatu kelompok, suatu objek, suatu lembaga, suatu masalah, suatu bagian lingkungan sosial, suatu isu, dan seterusnya yang diketahui oleh siswa dan mereka berminat terhadapnya. Ini berarti bahwa siswa mampu melihat bahwa apa yang mereka pelajari mempunyai tujuan dan relevansi terhadap beberapa aspek kehidupannya.
    • Perbedaan individual antara siswa seperti kebutuhan, kemampuan, latar belakang sosial dan pendidikan serta pemahaman terdahulu atas konsep-konsep yang dipelajari harus dipertimbangkan, dan proses pembelajaran direncanakan sesuai dengan itu.
    • Pada waktu proses pembelajaran direncanakan, difokuskan pada apa yang akan dipelajari dan diperbuat. Pelu dipertimbangkan sumber daya apa yang diperlukan oleh siswa agar rencana tersebut dapat dijalankan.

 guru efektif1Cara Mengajar yang Efektif

Diaz,(1997) dalam buku Psikologi Pendidikan menegaskan bahwa mengajar merupakan hal yang kompleks, dan siswa selaku peserta didik sangat bervariasi (latar belakang sosial, motivasi, kemampuan awal, dsb), maka tidak terdapat cara tunggal untuk mengajar yang efektif untuk semua hal.  Oleh karena itu, guru harus menguasai beragam persfektif dan strategi, dan harus mampu mengaplikasikannya secara fleksibel.

John W. Santrock menyatakan bahwa untuk dapat melaksanakan hal di atas, ada dua hal utama yang harus dikuasai guru, yaitu;

  1. Pengetahuan dan Keahlian Professional meliputi;

a.  Penguasaan terhadap Materi Pelajaran

Guru yang efektif harus memiliki pengetahuan, fleksibel dan memahami materi pelajaran yang di ampu. Penguasaan subjek materi tidak hanya mencakup fakta, istilah dan konsep umum, tetapi mencakup pengetahuan tentang dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berfikir dan berargumentasi, pola perubahan dalam satu mata pelajaran, dan kemampuan untuk mengaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disipiln ilmu lainnya.

  b. Strategi Pengajaran.

Kontruktivisme menekankan agar individu secara aktif menyusun dan membangun (to construct) pengetahuan dan  pemahamannnya. Menurut pandangan konstruksivis, guru bukan sekedar memberi informasi ke pikiran aank, akan tetapi guru mendorong anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis. Konstruksivis juga menekankan pada kolaborasi, anak-anak saling bekerja sama untuk menegtahui dan memahami materi pelajaran.

  c. Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Intruksioal.

Guru yang efektif tidak sekadar mengajar di kelas, baik ia menggunakan prespektif tradisional maupun konstruksivis. Namun, guru harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran tersebut. Guru juga harus menyusun kriteria tertentu agar sukses. Guru secara matang menyusun rencana instruksional, mengorganisasikan pelajaran agar siswa meraih hasil maksimal dari kegiatan belajarnya. Dalam menyusun rencana pembelajaran, guru harus memikirkan tentang cara agar pelajaran bias menantang sealigus menarik.

  d.  Keahlian Manajemen Kelas.

Aspek penting lain untuk menjadi guru yang efektif adalah kemampuan menjaga kelas agar tetap aktif bersama dan mengorientasikan kelas/siswa ke tugas-tugas yang telah dipersiapkan guru untuk mengaktifkan siswa. Guru yang efektif membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif. Agar lingkungan belajar optimal, guru perlu senantiasa meninjau ulang strategi penataan dan prosedur pengajaran, pengorganisasian kelompok, monitoring, dan mengaktifkan kelas, serta menangani tindakan siswa yang mengganggu kelas.

  e. Keahlian Motivasional.

Guru yang efektif memiliki strategi yang baik untuk memotivasi siswa agar mau belajar. Para ahli psikologi pendidikan semakin percaya bahwa motivasi ini paling baik didorong dengan memberi kesempatan siswa untuk belajar di dunia nyata, agar setiap siswa berkesempatan menemukan sesuatu yang baru dan sulit. Guru yang efektif mengetahui bahwa siswa akan termotivasi saat mereka bias memilih sesuatu yang sesuai dengan minatnya. Guru yang baik akan memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir kreatif dan mendalam untuk proyek mereka sendiri.    

  f.  Keahlian Komunikasi.

Sisi lain yang tak kalah pentingnya dalam mengajar adalah keahlian dalam berbicara, mendengar, mengatasi hambatan komunikasi verbal, memahami komunikasi nonverbal dari siswa, dan mampu memecahkan konflik secara konstruktif. Keahlian komunikasi bukan hanya penting untuk bukan hanya penting untuk mengajar, tetapi juga untuk berinteraksi dengan orangtua siswa. Guru yang efektif menggunakan keahlian komunikasi yang baik saat mereka berbicara dengan siswa, orangtua, administrator, dan lainnya, serta memiliki gaya komunikasi asertif bukan agresif.  

  g. Bekerja secara Efektif dengan Siswa dari Latar Belakang Kultural Berbeda.

Guru yang efektif mampu mendorong siswanya untuk menjalin hubungan positif dengan siswa yang berbeda, membimbing siswa untuk berpikir secara kritis tentang isu kultural dan etnis, menanamkan sikap saling menerima, dan bertindak sebagai mediator kultural.

  h. Keahlian Teknologi.

Guru yang efektif mampu mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer ke dalam proses belajar mengajar di kelas, menggunakan alat komunikasi melalui komputer seperti internet, mendesain media pembelajaran berbasis komputer, serta menggunakan media ICT lainnya untuk keperluan pembelajaran.

2.  Komitmen dan Motivasi.

Menjadi guru yang efektif membutuhkan komitmen dan motivasi. Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada siswa. Guru yang efektif memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuannya dan tidak membiarkan emosi negatif melunturkan motivasi dirinya.

    Semoga bermanfaat.

 Daftar Pustaka

1. Anonim. (2007). Yahoo Answer: Ciri-ciri Guru yang Baik. http://id.answer.yahoo.com di download tanggal 16 Desember 2007.

2. Hary. (2007). Mendidik dan mengajar dengan Hati. www.harysmk3.wordpress.com di download tanggal 4 April 2008.

3. Meier, Dave. (2005). The Accelerated Learning Handbook. Penerbit Kaifa. Bandung

4. W.Santrock, John. (2008). Psikologi Pendidikan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s